515 Bangunan Cagar Budaya di 13 Kawasan, Aset Wisata Warisan Peradaban Yogyakarta

515 Bangunan Cagar Budaya di 13 Kawasan, Aset Wisata Warisan Peradaban Yogyakarta

YOGYAKARTA, LELEMUKU.COM - Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki tidak kurang dari 515 Bangunan Cagar Budaya yang tersebar di 13 Kawasan Cagar Budaya. Keberadaan aset-aset budaya peninggalan peradaban tinggi masa lampau ini dengan Keraton sebagai institusi warisan adiluhung menjadi embrio dan memberi spirit bagi dinamika kehidupan kebudayaan masyarakat.

Data tahun 2010 menunjukkan bahwa persentase benda cagar budaya tidak bergerak dalam kategori baik mencapai 41,55 persen. Angka ini mengindikasikan bahwa lebih dari separuh bangunan cagar budaya memerlukan perhatian serius dalam hal pemeliharaan dan konservasi agar tidak rusak atau hilang.

Candi Prambanan sebagai salah satu bangunan cagar budaya paling ikonik di Yogyakarta telah menjadi destinasi wisata utama yang menarik jutaan wisatawan setiap tahun. Kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia ini tidak hanya menawarkan keindahan arsitektur tetapi juga menjadi venue pertunjukan Sendratari Ramayana yang memadukan seni tari dan drama tanpa dialog.

Selain Candi Prambanan, Yogyakarta memiliki puluhan candi lain yang tersebar di berbagai wilayah. Candi Kalasan, Situs Ratu Boko, Candi Ijo, Candi Sambisari, Candi Sari, dan puluhan candi lainnya menawarkan pengalaman wisata sejarah dan arsitektur yang tidak kalah menarik namun masih belum banyak dikunjungi wisatawan.

Keraton Yogyakarta sebagai pusat kebudayaan Jawa menjadi magnet wisatawan yang ingin memahami filosofi dan tata nilai kehidupan Jawa. Di dalam kompleks Keraton terdapat Museum Hamengku Buwono IX yang menyimpan berbagai koleksi pusaka dan benda-benda bersejarah. Keraton juga masih menyelenggarakan berbagai upacara adat yang dapat disaksikan wisatawan.

Istana Air Taman Sari yang dulunya merupakan tempat pemandian dan taman kerajaan kini menjadi destinasi wisata favorit. Arsitektur perpaduan Jawa-Eropa-Islam yang unik dan kolam pemandian dengan lorong-lorong bawah tanah menciptakan daya tarik tersendiri. Kawasan Taman Sari juga berkembang menjadi sentra batik dengan ratusan pengrajin batik tulis.

Situs Warungboto yang terletak di kawasan Umbulharjo merupakan bekas taman dan pemandian kerajaan yang kini terbuka untuk umum. Meski tidak sepopuler Taman Sari, situs ini menyimpan nilai sejarah penting dan menawarkan suasana yang lebih tenang untuk wisatawan yang mencari pengalaman otentik.

Pemakaman Imogiri yang merupakan kompleks pemakaman raja-raja Mataram menjadi destinasi wisata religi dan sejarah. Terletak di perbukitan dengan arsitektur yang megah, pemakaman ini menyimpan makam Sultan Agung dan raja-raja penerusnya. Pengunjung harus menaiki ratusan anak tangga untuk mencapai kompleks pemakaman di puncak bukit.

Bangunan-bangunan cagar budaya kolonial Belanda juga tersebar di Yogyakarta, terutama di sepanjang Jalan Malioboro dan kawasan kota lama. Gedung-gedung dengan arsitektur Eropa klasik kini banyak yang difungsikan sebagai museum, kantor pemerintahan, atau hotel heritage yang menawarkan pengalaman menginap di bangunan bersejarah.

Keanekaragaman upacara keagamaan dan budaya dari berbagai agama serta didukung oleh kreativitas seni dan keramahtamahan masyarakat membuat Yogyakarta mampu menciptakan produk-produk budaya dan pariwisata yang menjanjikan. Berbagai festival budaya rutin diselenggarakan untuk melestarikan tradisi sekaligus menarik wisatawan.

Tantangan terbesar dalam pelestarian 515 bangunan cagar budaya adalah pemeliharaan yang memerlukan biaya besar dan keahlian khusus. Banyak bangunan yang mengalami kerusakan akibat faktor usia, cuaca, dan kurangnya perawatan. Diperlukan komitmen kuat dari pemerintah dan partisipasi masyarakat untuk menjaga warisan budaya ini.

Pengembangan wisata warisan budaya atau heritage tourism dapat menjadi solusi win-win untuk pelestarian dan pemanfaatan ekonomi. Dengan mengemas bangunan cagar budaya sebagai destinasi wisata yang menarik, pendapatan dari pariwisata dapat dialokasikan untuk pemeliharaan dan konservasi bangunan. Edukasi kepada wisatawan tentang pentingnya menjaga warisan budaya juga menjadi bagian dari pengalaman wisata yang bermakna. (evu)

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.


Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri


Artikel Terkini Lainnya

    © 2016- Lelemuku.com is owned by PT. Batlax.com.
    Affiliated with Voice of America, VOA Indonesia, Tempo, BenarNews, Teras.id, Reuters, DW and RT

    DMCA.com Protection Status Creative Commons License

    pembaca saat ini: 0